Koleksi - Lektur-keagamaan-klasik

  • Pergeseran Literatur Pondok Pesantren Salafiyah di Indonesia
    Di lihat571 Kali

    Pergeseran Literatur Pondok Pesantren Salafiyah di Indonesia

      BY admin

    Penelitian tentang pesantren telah banyak dilakukan; namun belum banyak penelitian khusus tentang “Pergeseran Literatur” yang digunakan di Pondok Pesantren. Buku ini merupakan penerbitan hasil penelitian Puslitbang Lektur Keagamaan tahun 2004 dan 2005 tentang pergeseran literature keagamaan di pesantren di pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

    Pesantren mempunyai akar sejarah yang panjang, sekalipun beberapa pesantren yang ada sekarang hanya dapat dilacak asal-usulnya sampai akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20. Mengingat usianya yang sudah cukup tua dan penyebarannya cukup luas serta mendapat simpati dari masyarakat, dapat dipahami bahwa pesantren memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat sekitarnya. Bahkan salah seorang ahli sejarah yaitu Sartono Kartodirdjo menyatakan bahwa banyak peristwa sejarah abad ke-19 yang menunjukkan betapa besar pengaruh pesantren dalam memobilisasi masyarakat pedesaan untuk aksi-aksi protes terhadap masuknya kekuasaan birokrasi kolonial di pedesaan.

    Dalam merespon perkembangan sistem pendidikan yang diperkenalkan pemerintah Belanda, ada kelompok moderat Islam yang memunculkan bentuk kelembagaan Islam: Pertama, mendirikan sekolah-sekolah umum model Belanda yang diberi muatan pengajaran Islam, seperti sekolah Adabiyah yang didirikan Abdullah Ahmad di Padang pada tahun 1909. Kedua, lembaga pendidikan Islam yang menggunakan sistem madrasi (sistem kelas dan tingkatan pendidikan) seperti Sumatera Thawalib, Padang Panjang atau madrasah Jamiatul Khair Jakarta pada tahun 1907. Ketiga, bentuk madrasi yang salafi, yaitu menggunakan tingkatan belajar, tetapi seluruh materinya menggunakan kitab kuning di samping tetap menggunakan sistem sorogan, bandongan, wetonan, dan lalaran, seperti yang dilakukan pesantren Lirboyo Kediri tahun 1920. Keempat, salafi yang tetap hanya menggunakan sistem sorogan, bandongan, wetonan, dan lalaran.

    Salah satu pegeseran yang terjadi ialah pada pelaksanaan pengajian kitab. Pergeseran pada umumnya terjadi pada materi kitab, waktu pengajian, cara, dan Bahasa terjemah. Penyebab terjadinya pergeseran antara lain karena adanya pergantian pengasuh, beredarnya kitab-kitab baru yang lebih mudah dipahami, bahasa santri yang berbeda dan lainnya. Dan untuk pergeseran yang lain silahkan membacanya langsung di dalam buku “Pergeseran Literatur Pondok Pesantren Salafiyah di Indonesia”. (nda)

    PegarangDrs. H. Fadhal A.R. Bafadal, M.Sc., dan Drs. H.M. Syatibi, A.H. PenerbitPuslitbang Lektur Keagamaan ISBN- Tahun2006 Download Untuk mendownload file, Anda harus login LOGIN

Mitra