Koleksi - Seni-budaya-keagamaan

  • Dinamika Kehidupan Religius Kasunanan Surakarta
    Di lihat537 Kali

    Dinamika Kehidupan Religius Kasunanan Surakarta

      BY admin

    Buku ini merupakan salah satu produk Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dalam penulisan kembali Sejarah Kesultanan dan Kerajaan Islam di Nusantara bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam (UIN, IAIN, STAIN) setempat. Berdasarkan data dari berbagai sumber, terdapat ratusan kesultanan dan kerajaan Islam di Nusantara, yang sebagian terbesarnya tidak dikenal dan belum dituliskan sejarahnya. Padahal ini merupakan warisan historis yang sangat berharga. Maka untuk itulah penulisan sejarah kesultanan menjadi hal yang niscaya dan mesti dilakukan. Dengan penulisan ini setidaknya ikut serta melakukan pemeliharaan dan pengembangan budaya dan peradaban bangsa. Harus ditambahkan, bahwa eksistensi kerajaan dan kesultanan lokal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembentukan Indonesia sebagai bangsa.

    Di antara kerajaan-kesultanan lokal di Nusantara yang perlu mendapat perhatian adalah Kasunanan Surakarta, sebuah kerajaan Jawa-Islam yang berkedudukan di Surakarta. Kasunanan Surakarta, bersama dengan Kesultanan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran, dan Pura Pakualaman dipandang sebagai pewaris kerajaan Mataram Islam, yang hingga kini tetap mempertahankan budaya dan tradisi masa lalunya. Keraton Surakarta yang didirikan oleh Sunan Pakubuwana II pada 1745 pada awalnya merupakan pusat pemerintahan kerajaan Mataram secara keseluruhan. Namun peristiwa palihan nagari yang ditandai dengan adanya Perjanjian Giyanti pada 1755 menjadikan kerajaan Mataram terbagi dua, yaitu Kasunanan Surakarta di bawah pemerintahan Paku Buwana III dan Kasultanan Yogyakarta di bawah kekuasaan Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi). Sejak itu Keraton Surakarta hanya menjadi ibukota kerajaan atau Kasunanan Surakarta dan berkuasa atas separoh wilayah Kerajaan Mataram Islam. Eksistensi Kasunanan ini masih bertahan hingga kini, dan telah menjadi saksi atas silih bergantinya raja atau sunan yang bertakhta, dari Sunan Pakubuwono III hingga Sunan Paku Buwana XIII sekarang ini.

    Nah, buku ini bicara tentang Kasunanan Surakarta ini. Ditulis dalam tujuh bab, buku ini diawali dengan pendahuluan, kemudian dilanjut dengan bahasan pada bab dua tentang berdirinya Kasunanan Surakarta: sebuah warisan perpecahan. Secara spesifik di sini juga dibahas tentang perkembangan Islam di Kasunanan Surakarta,dan Islam dalam kehidupan sosial politik Kasunanan Surakarta. Tidak kurang pentingnya, buku ini juga membahas soal kehidupan tradisi dan budaya Islam dalam masyarakat Kasunanan Surakarta, serta Islam sebagai ideology perlawanan terhadap kolonialisme.

    Pendek kata, buku ini penting dibaca.[]

    PegarangDrs. Supariadi, M. Hum., dkk. PenerbitPuslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan ISBN- Tahun2013 Download Untuk mendownload file, Anda harus login LOGIN

Mitra