Koleksi - Sejarah-sosial-keagamaan

  • Sejarah Kesultanan Sambas, Kalimantan Barat
    Di lihat1249 Kali

    Sejarah Kesultanan Sambas, Kalimantan Barat

      BY admin

    Kerajaan Sambas merupakan salah satu pusat pemerintahan tradisional yang terletak di kawasan pantai utara Kalimantan Barat. Sejak lama Sambas sudah terlibat dalam jaringan internasional. Beberapa kebudayaan pernah bertapak di kawasan itu dan memberikan warna tersendiri dalam sejarah, antara lain kebudayaan Hind-Buddha, kebudayaan China dan Islam, di samping kebudayaan asli masyarakat setempat. Kehadiran Islam di kawasan Sambas telah berhasil mengubah kerajaan tersebut menjadi kerajaan Islam Sambas, yang kemudian lebih dikenal sebagai Kesultanan Sambas.

    Setelah menjadi kerajaan Islam, Sambas kemudian dikenal sebagai kawasan dengan tradisi keislaman yang baik, sampai-sampai kalangan masyarakat Kalimantan Barat menyebut Sambas sebagai “serambi Mekah”. Gelar ini diberikan antara lain karena di kawasan ini lahir seorang ulama besar dengan kaliber internasional, yakni Ahmad Khatib Sambas, pendiri tarekat Qadariyah-Naqsyabandiyah. Selain itu, di Sambas juga lahir Muhammad Baisuni Imran, murid Muhammad Rashid Ridha yang dikenal sebagai pembawa aliran pembaharuan di Sambas.

    Atas dasar fakta historis inilah penulisan sejarah Kesultanan Sambas menjadi penting dan mendesak. Penulisan ini sedikit banyak akan mengubah peta historis dan sejarah peradaban di Nusantara. Bahwa Sambas memiliki peran penting dalam Islamisasi di Nusantara, dan diperhitungkan dunia internasional pada masanya, tidak banyak yang tahu. Karena itu, melalui kerjasama dengan STAIN Pontianak, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan menginisiasi penulisan sejarah kesultanan ini secara komprehensif. Buku ini merupakan hasil dari kerjasama kegiatan itu.

    Didukung oleh referensi yang cukup kaya, mesti tentu saja banyak data tertulis yang perlu ditambahkan, buku ini berhasil terbit. Disusun dalam format 5 (lima) bab, buku ini membahas kerajaan Sambas dalam berbagai pespektif. Bab pertama menampilkan pendahuluan, kemudian dilanjutkan dengan bahasan tentang sejarh kerajaan Sambas yang memuat 11 (sebelas) sub-bab. Setelah itu dalam bab khusus diuraikan tentang eksistensi Islam di kerajaan Sambas, meliputi masuk dan berkembangnya Islam di Sambas, corak keagamaan, organisasi dan lembaga-lembaga keagamaan, serta ulama dan karya-karya keagamaan. Tidak ketinggalan, dikaji pula masalah sejarah ekonomi politik kerajaan Sambas, meliputi politik ekonomi kerajaan Sambas, jaringan perdagangan kerajaan Sambas, hubungan perdagangan Sambas dengan Belanda, hubungan dagang dengan kerajaan Sambas, dan beberapa kontrak perjanjian yang dibuat oleh kerajaan Sambas. Menarik untuk dikaji lebih lanjut.[]

    PegarangDrs. H. Moh. Haitami Salim, M.Ag. PenerbitPuslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan ISBN- Tahun2011 Download Untuk mendownload file, Anda harus login LOGIN

Mitra