Koleksi - Lektur-keagamaan-klasik

  • Nuansa Inklusif dalam Tafsir Al-Manar
    Di lihat937 Kali

    Nuansa Inklusif dalam Tafsir Al-Manar

      BY admin

    Siapa tidak kenal Al-Manar dan Rasyid Ridha? Dua kata ini pernah jadi momok di kalangan Muslim tradisional dan sekaligus juga dicurigai oleh para penguasa kolonial di berbagai belahan dunia Muslim yang hendak menancapkan kekuasaannya secara lebih dalam. Betul, Rashid Ridho kita kenal sebagai tokoh pembaharu Islam terkemuka. Bersama Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh, dia menggedorkan proyek pembaharuan pemikiran Islam pada abad ke-19 melalui melalui berbagai penerbitan tulisan, dan melakukan pertemuan-pertemuan terbuka di berbagai pelosok kawasan untuk membangkitkan seluruh umat untuk bergerak membebaskan diri dari cengkeraman kolonialisme. Salah satu karyanya yang monumental adalah Tafsir Al-Manar yang menjadi fokus kajian buku ini.

    Sebagai buah pena dari seorang tokoh pembaharuan pemikiran, Al-Manar tentu memuat berbagai wacana keagamaan yang diarahkan pada terbangunnya kesadaran umat di atas spirit kitab suci. Karena itu, tafsir ini mendapat perhatian luas dan dikaji dari berbagai sisi. Buku ini secara terfokus mengkaji sisi nuansa inklusif tafsir ini. Kurang lebih, apa yang disebutnya sebagai nuansa inklusif di sini adalah tafsir kitab suci yang memberikan ruang terbuka bagi adanya pengaruh pemikiran luar, bersikap rasional dalam memahami ayat, dan membangun wacana keagamaan dengan mengambil aspek eksternal yang baik sebagai pengayaan analisis dan pengembangan kontekstualisasi pesan keagamaan.

    Lebih dari itu, apa yang disebut sebagai nuansa inklusif dalam disertasi ini dikaji secara spesifik dalam konteks relasi antar agama. Dalam hal ini, melalui pemikiran Rasyid Ridha, penulis hendak menyatakan bahwa AL-Quran, khususnya Tafsir Al-Manar, dalam menjadi landasan teologis dan etik bagi terbangunnya kerukunan dan semangat pluralism agama. Hal ini nampak dengan jelas dan tegas dalam beberapa sub bahasan buku ini, seperti hakikat agama, pluralitas syari’ah, serta keimanan, kesalehan dan keselamatan komunitas agama. Bahkan, Ridha juga concern dalam membangun kebebasan beragama, dialog dan kerjasama antar agama, serta perkawinan beda agama.[]

    PegarangDr. Saifullah PenerbitPuslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan ISBN- Tahun2012 Download Untuk mendownload file, Anda harus login LOGIN

Mitra