LKK_SUMBAR2016_AP14

[Do'a Tawassul Ahli Syaṭṭari, Fasal Ilmu Sempurna, Mantra, dan Ilmu Nur]

 

LKK_SUMBAR2016_AP14

Bhs Arab-Melayu

Aksara Arab

Prosa

AT

84/9baris/hal

13,8 x 10,3 cm

Kertas Modern

 

Naskah ini diberi judul sementara dengan Do'a Tawassul Ahli Syathari, Fasal Ilmu Sempurna, Mantra, dan Ilmu Nur. Tidak diketahui pengarang naskah yang berasal dari Padang Panjang, Kab. Tanah Datar, Sumbar ini. Naskah tersebut disimpan di rumah Buya Apria Putra di Batu Baraia, Tanjung Haro, Lima Puluh Kota, Sumbar. Belum diketahui pula nama penyalin maupun tahun penyalinan naskah milik Darusman ini. Berbeda dengan sebelumnya, bahan yang digunakan untuk alas naskah adalah Kertas Modern bergaris. Dari segi fisik, naskah ini relatif masih baik karena teksnya dapat dibaca dengan jelas, tetapi kemungkinan beberapa lembaran naskah bagian awal dan akhir pinggir naskah terlepas dan terdapat bolongan, mungkin karena dimakan rayap sehingga tidak terbaca secara utuh. Naskah ini juga tidak memiliki cover, tetapi terlihat jelas bahwa bahan penjilidnya menggunakan stapler sebagai alat untuk menyatukan lembaran naskah. Terdapat pula teks-teks scolia atau marginalia berukuran kecil di pinggiran halaman naskah berukuran nomal, tidak banyak, dan terbaca dengan jelas. Tidak terdapat watermark pada alas naskah. Naskah tentang tasawuf ini juga tidak memiliki garis tebal dan tipis, tetapi ditemukan garis panduan pada naskah. Ketebalan naskah dikategorikan tipis, sebab naskah ini hanya terdiri dari 42 lembar atau 84 halaman. Teks naskah ini berjumlah sekitar 9 baris per halaman. Ukuran naskahnya dikategorikan kecil, yaitu sekitar 13,8 x 10,3 cm, sementara ukuran teksnya 12,8 x 9 cm. Tidak ditemukan pula penomoran pada halaman naskah, juga kata alihan sebagai tanda sambungan teks dari satu halaman ke halaman berikutnya. Teks naskah tasawuf ini menggunakan aksara Arab dan bahasa Arab Melayu, sedangkan jenis khatnya bercorak naskhi. Tidak seperti naskah pada umumnya, seluruh teksnya dituliskan dengan tinta berwarna hitam, sementara untuk rubrikasi, peralihan tema, dan penekanan pada pokok-pokok bahas tertentu dapat dibedakan kerana penulis menggunakan alat tulis yang berbeda. Tidak ditemukan halaman yang kosong pada naskah tersebut. Mungkin karena halaman awal dan akhir naskah sudah terlepas (hilang), maka tidak ditemukan pula kolofon pada naskah ini.

 

Isi Ringkas:

Naskah ini menjelaskan do'a tawassul kepada ahli tarekat Syattariyah, antara lain kepada tokohnya Syekh Ahmad Qusasi dan Syekh Burhanuddin Ulakan. Selain itu, naskah juga menjelaskan tentang ilmu tasawuf dengan topik Ilmu yang Sempurna. Ada juga beberapa mantera tertera pada naskah tersebut. Pembahsan dalam naskah ini ditutup dengan penjabaran ilmu tasawuf itu sendiri.