Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi III Tahun IV, September-Desember 2012 Cetak E-mail

Bulletin edisi ini mengangkat tema seputar penerjemahan al-Qur’an. Berdasarkan data dari Lajnah Pentashih Al-Qur’an, terjemahan Al-Qur’an baru dilakukan kedalam enam bahasa, yaitu Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Aceh, Bahasa Madura, Bahasa Gorontalo, dan Bahasa Mandar. Sementara itu di Indonesia masih banyak ragam suku etnis dan bahasanya. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah perlu memperbanyak program penerjemahan Al-Qur’an kedalam berbagai bahasa daerah. Untuk tahun 2011, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, telah melaksanakan program penerjemahan AL-Qur’an kedalam tiga bahasa, yaitu  Bahasa Sasak, Bahasa Kaili-Makassar, dan bahasa Sasak, Lombok. Sedangkan tahun 2012, telah dilaksanakna program penerjemahan AL-Qur’an kedalam 4 bahasa, yati bahasa Minang, Bahasa Batak Angkola, Bahasa Dayak Kenanyatan, dan Bahasa Jawa Banyumasan.

Selain kegiatan penerjemahan AL-Qur’an kedalam bahasa daerah, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan juga memiliki program yang berkaitan dengan perlindungan, perawatan dan pemeliharaan terhadap naskah keagamaan klasik nusantara. Program ini dikemas dalam kegiatan Thesaurus of Indonesian Islamic Manuscripts (TISIS). TISIS ini berupa pangkalan data secara online yang menyediakan informasi selengkap lengkapnya terkait judul manuskrip Islam Nusantara. Identitas pengarang, kategori keilmuan, bahasa dan aksara yang digunakan, serta tempat penyimpanan manuskrip baik pribadi maupun lembaga. Kegiatan ini dilakukan antara Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah, dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASA). Dan hingga Desember 2011, TISIS telah mendata sekitar 3000 judul manuskrip yang dilengkapi dengan data data terkait.

Informasi lain yang diberitakan adalah kegiatan Penulisan Kamus Istilah Keagamaan (KIK). Ide ini muncul dari Lokakarya Istilah Keagamaan tahun 2008. Penyusunan kamus ini diharapkan bisa menghindari terjadinya kesalahpahaman atau salah pengertian masyarakat terhadap istilah istilah setiap agama, memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama, mendidik masyarakat untuk menghargai perbedaan dalam hal keyakinan beragama, dan sebagai bahan rujukan dalam penulisan karya tulis ilmiah, buku pengajaran dan buku bacaan umum. Hingga tahun 2012 atau tahun keempat, telah berhasil di tulis 7.115  entry istilah keagamaan meliputi Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu. Tahun 2013, diharapkan KIK sudah bisa diterbitkan meski dalam edisi yang terbatas. Puslitbang sendiri juga sudah mengadakan Workshop Validasi Kamus Istilah Keagamaan (KIK) tanggal 8-10 November 2012 di Hotel Aryaduta Jakarta.

Untuk meningkatkan kompetensi peneliti, Pusat Penelitian Lektur Dan Khazanah Keagamaan menyelenggarakan kegiatn workshop dan penulisan Sejarah Islam Asia Tenggara, tanggal 30 November – 3 Desember 2012, di Hotel Kota Bukit Indah Plaza Purwakarta. Kegiatan ini menghadirkan Balai Litbang Keagamaan se-Indonesia, UIN/IAIN Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Yogyakarta, serta dari LIPI dan UI.  Kegiatan lainnya yang hampir sama adalah Workshop Peningkatan Kompetensi Peneliti Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, tanggal 11-13 September 2012 di Hotel Horisson, Bekasi Jawa Barat. Workshop ini bertujuan untuk meng-upgrade merefresh kembali pemahaman dan keahlian peneliti dalam ilmu hermeneutika dan arkeologi religi.

Akhir tahun 2012, ditutup dengan kegiatan Evaluasi Akhir Tahun. Kegiatan ini dilaksanakna tanggal 7-9 Desember 2012 di Hotel Kota Bukit Indah Plaza Blok L Kota Bukit Indah Purwakarta, bertujuan untuk mendorong peningkatan performance / kinerja Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, dengan merefleksikan kembali targeti pencapaian 2012, dan menyiapkan strategi untuk pelaksanaan tahun 2013. Pada rubric resensi buku ditampilkan bukunya Masdar Farid Mas’udi yang berjudul:” Syarah Konstitusi UUD 1945 dalam Perspektif Islam”. Sedangkan untuk rubric Mozaik, ditampilkan  tokoh ulama KH. Hasan Maolani (Eyang Menado).

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Buletin Khazanah arrow Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi III Tahun IV, September-Desember 2012