Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi I Tahun III, April 2011 Cetak E-mail

Edisi ini memberitakan tentang perubahan nomenklatur Puslitbang Lektur Keagamaan menjadi Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, setelah sebelumnya memisahkan bidang Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menjadi bidang tersendiri pada tahun 2007.  Berdasarkan Peraturan Menteri Agama No 10 tahun 2010 pasal 731, bidang garap Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan adalah; Lektur Keagamaan Klasik, Lektur Keagamaan Kontemporer, Sejarah Keagamaan, Arkeologi Religi.

Even lainnya dari edisi ini adalah kegiatan launching dan bedah buku memperingati Satu Abad KH. A Wahid Hasyim. Acara ini dilaksanakan tanggal 30 April 2011, yang dihadiri oleh Menteri Agama Bapak Suryadarma Ali, Jusuf Kalla, Maftuh Basyuni, Said Aqil Siradj, KH. Muhith Muzadi, Sholahuddin Wahid. Tujuan dari peringatan ini untuk mengapresiasi gagasan, pemikiran dan perjuangan KH. A Wahid Hasyim sebagai tokoh nasionalis religious sekaligus mantan Menteri Agama pada masa kabinet RIS. Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut Prof. DR. Nazaruddin Umar, MA. Prof. DR. Thalhah Hasan, Dr. Yudi Latif, Ir. Sholahuddin Wahid. Menurut Tholhah Hasan yang juga alumni Pesantren Tebu ireng, sosok KH. Wahid Hasyim adalah seorang reformis pendidikan yang pluralism, merekontruksi kurikulum keagamaan dan memadukan nilai kebangsaan dengan nilai nilai spiritualitas pesantren. Sedangkan Gus Sholah (Panggilan akrab Sholahuddin Wahid) menyatakan bahwa KH Wahid Hasyim adalah seorang pemimpin patriotis yang mampu mengkader generasi muda muslim sejati berjiwa nasionalis.

Untuk mendorong penyebaran al-Qur’an agar lebih mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat Indonesia dari berbagai macam suku dan etnis, maka perlu ada upaya penerjemahan al-Qur’an kedalam bahasa bahasa suku etnis yang ada. Oleh sebab itu, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan pada tahun anggaran 2011 melaksanakan kegiatan penerjemahn Al-Qur’an kedalam berbagai bahasa daerah. Kebutuhan ini sangat penting bagi penutur bahasa local dalam rangka memahami makna dan pesan AL-Qur’an. Ada tiga bahasa daerah yang menjadi penerjemahan AL-Qur’an yaitu; (i) Bahasa Daerah Kaili bagi masyarakat penutur bahasa di Sulawesi Tengah, (ii) bahasa Makassar bagi masyarakat penutur bahasa di Sulawesi Selatan, (iii) bahasa Sasak bagi masyarakat penutur bahasa di Lombok.

Pada kegiatan bedah buku keagamaan, Puslitbang Lektur melakukan bedah buku keagamaan berkaitan dengan khazanah pemikiran Aceh. Ada dua buku yang dibedah yaitu Tradisi, Wacana dan Dinamika Intelektual Islam Aceh Abad XVIII dan XIX karya Dr Erawadi, MA. (terbit 2009)  dan buku Akulturasi Nilai –nilai Persaudaraan Islam Model Dayah, Karya Dr. Muhammad AR, MA. (terbit 2010). Acara tersebut dilaksanakan tanggal 20 April 2011 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh. Hadir sebagai pembahas Prof.Dr. Syahrizal Abbas, MA. (PR IV IAIN Ar-Raniry) Prof. Dr. M. Nasir Budiman, MA (Dosen Pasca Sarjana IAIN Ar-Raniry). Sedangkan narasumbernya adalah Prof.Dr. Amirul Hadi, MA (Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam) IAIN Ar-Raniry.   

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Buletin Khazanah arrow Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi I Tahun III, April 2011