Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi II Tahun IV , Mei Agustus 2012 Cetak E-mail

SULTAN, BUKU DAN PERADABAN ISLAM NUSANTARA, itulah tema utama yang diangkat dari bulletin edisi ini. Tema ini berangkat dari keprihatinan Puslitbang lektur dan khazanah keagamaan terhadap perlunya penyelematan berbagai warisan khazanah keagamaan yang sangat kaya, seperti biografi ulama, tokoh agama, sejarah kesultanan, khazanah keagamaan nusantara juga mewariskan arkeologi religi berupa rumah ibadah kuno, artefak budaya dan inskripsi keagamaan, seperti yang tertulis pada batu nisan tua dan bangunan bersejarah. Berangkat dari kondisi tersebut, puslitbang lektur dan khazanah keagamaan perlu membuat program strategis menyusun sejarah kesultanan dan menerbitkan biografi ulama dan tokoh agama.

Pada rubrik reportase, ada 4 berita yang dilaporkan. Pertama; kegiatan kajian dan penulisan sejarah Kerajaan Hitu yang difasilitasi oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah keagamaan bekerjasama dengan STAIN Ternate, dengan ketua tim peneliti Dr. Hadharah. Urgensi dari penulisan kerajaan Hitu diantaranya karena posisinya sebagai kerajaan Islam di Pulau Ambon Maluku yang pernah mencapai masa kejayaan 1470-1682. Kerajaan Hitu juga pernah menjadi pusat perdagangan rempah rempah dan memainkan peranan penting di Maluku. Selain itu, kerajaan Hitu juga menjadi lahirnya para pahlawan dan intelektual di zamannya seperti Imam Ridjali, Talukabessy, dan lainnya. 

Kedua; kegiatan sosialisasi dan pameran produk hasil penelitian Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan selama 2010-2011, diantaranya Pameran Expo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) International  ke-24 di Maluku Ambon,  pada tanggal 7-14 Jui 2012, Expo Pameran  MTQ Internasional I tanggal 3-8 Juli 2012 di Ponitanak, Simposium Internasional  Pernaskahan Nusantara XIV dan Musyawarah Nasional Manasa dengan Tema:” Peran Istanan dalam Tradisi Pernakahan Nusantara, tanggal 11-13 September 2012 di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri FIB UGM Yogyakarta. Ketiga; kegiatan temu penulis dan penerbit  buku buku keagamaan tanggal 17-19 April 2012 di Hotel Universal Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara penulis dan penerbit dalam mengantisipasi peredaran buku buku yang tidak sesuai dengan paham Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk sosialiasi penelitian, edisi ini menampilkan hasil penelitina Asep Saefullah, M.Ag dan Drs Thantawy Djauhari, A.Ka Masjid Ampel Amalpuira dalam penelitian yang berjudul: Rumah Ibadah Bersejarah. Temuan hasil penelitian ini membuktikan bahwa masjid Ampel Amalpura adalah bukti sejarah dari kehadiran Islam di pulau Bali. Sedangkan Rubrik Lektura, menampilkan Buku Kajian Naskah-Naskah Klasik, karya Uka Tjandrasasmita. Buku ini menjadi referensi utama dalam kajian kajian naskah Klasik di Indonesia. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan tahun 2006. Latar belakang dari terbitnya buku ini karena masih terbatasnya hasil kajian naskah naskah yang dilakukan oleh para ahli filologi untuk diterapkan dalam kajian sejarah. 

Edisi ini diakhiri dengan Resensi Buku yang  berjudul A World Without Islam, karya Graham E Fuller (little brown & Co, NewYork, 2010,318 page). Resensi ditulis oleh Bapak Choirul Fuad Yusuf sekaligus sebagai Kapuslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan. Isu utama buku ini berangkat dari pertanyaan mengapa Islam sebagai agama memiliki daya tarik dan pengaruh kuat dalam tananan kehidupan dunia? Dan mengapa Islam kerap menjadi pemicu masalah, dan memiliki kekuatan doktriner yang mampu mengguncang dunia? Menurut penulis, ada 4 jawaban terhadap kedua pertanyaan diatas, yaitu karena (i) Islam sebagai agama terakhir dan agama Ibrahim, memiliki system doktrin yang kuat, baik arah, prinsip, dan konsep yang dipandang memiliki kemampuan menata kehidupan dalam berbagai aspek. (ii) kehadiran Islam mempengaruhi tatanan teologi, politk, budaya, dan ekonomi bangsa bangsa didunia, (iii) islam dengan segenap system  ajarannya, melahirkan terjadinya perdebatan, proses dialektika atau interaksi dengan lingkungannya, (iv) Islam menguatkan kembali perannya dalam kehidupan saat agama sebelumnya mengalami deklinasi peran.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Buletin Khazanah arrow Bulletin KHAZANAH Keagamaan Edisi II Tahun IV , Mei Agustus 2012