Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 8, No. 2, Desember 2010 Cetak E-mail

Edisi ini menampilkan sembilan tulisan yang meliputi lima tulisan tentang naskah klasik keagamaan, tiga tulisan tentang khazanah dan pemikiran keagamaan, satu tulisan tentang literatur kontemporer keagamaan dan satu tulisan tentang telaah buku. Tulisan pertama dari Ahmad Rahman dari Puslitbang Lektur Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Tulisan Rahman ini merupakan studi awal tentang lektur Islam dalam naskah klasik di Sulawesi Selatan abad 17 sampai abad 20. Sumber utama tulisan adalah Katalog Naskah Sulawesi Selatan. Selain memberi sumbangan bagi kajian lektur keagamaan, tulisan ini berupaya mengenalkan ulama-ulama Sulawesi Selatan dan karya-karyanya.

Tulisan kedua dibuat oleh Muzairi, Fauzan Naif, dan Muh. Syamsuddin dari Jurusan Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka menelisik tentang unsur-unsur Islam dalam Serat Centhini. Serat Centhini merupakan karya besar dalam sastra yang mengandung pokok-pokok ajaran mistik Islam kejawen. Para pengarang Serat Centhini berusaha menekankan pentingnya syariat sebagai petunjuk lahir bagi kehidupan agamis. Syariat menjadi bagian integral dari empat jalan mistik, yakni syareat, tarekat, hakekat, dan ma’rifat.

La Niampe dari Pascasarjana Universitas Haluleo menyajikan tulisan yang membahas tentang aspek kebahasaan dan komponen surat dalam surat-surat Kerajaan Buton dari abad 17 sampai 19 Masehi. Surat ditulis menggunakan bahasa Melayu dengan aksara Jawi. Melalui peendekatan filologi dapat diketahui tentang kondisi kebahasaan dan perubahannya dari waktu ke waktu. Dari hasil transliterasi surat-surat dapat diketahui ketaatasasan para penulis surat dalam menggunakan komponen-komponen surat yang lazim digunakan dalam tata persuratan Melayu tradisional.

Asep Saefullah dari Puslitbang Lektur Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengupas tradisi produksi naskah keagamaan di Jawa Barat, khususnya di Cianjur. Ada dua cara produksi naskah yang masih berlangsung hingga kini, yakni dengan cetak tradisional dan dengan fotokopi. Aktivitas lain adalah tradisi tuqil atau saduran, yakni penyusunan kitab. Selain itu ada pembuatan syarah (penjelasan) atas kitab-kitab klasik.

Tulisan selanjutnya disusun oleh Ali Akbar dari Bayt al-Qur’an dan Museum Istiqlal Jakarta. Tulisannya ini merupakan telaah ulang terhadap kolofon pada Mushaf Sultan Ternate yang selama ini dipandang sebagai yang tertua di Nusantara. Disimpulkan bahwa mushaf ini bukan yang tertua karena disalin pada 1772 Masehi. Ada dua mushaf yang lebih tua yakni mushaf koleksi Perpustakaan Nasional yang disalin tahun 1731 Masehi dan mushaf di Masjid Sultan Riau yang disalin tahun 1753 Masehi.

Pemikiran sufistik Syekh Abdul Wahab Rokan diulas oleh M. Iqbal Irham dari IAIN Sumatera Utara. Syekh Abdul Wahab Rokan adalah seorang tokoh Naqsyabandiyah yang paling produktif. Pemikiran sufistiknya termasuk golongan tasawuf akhlaqi karena menekankan aspek moralitas. Ia mewariskan Kampung Tarekat bernama Babus-salam (Besilam).

Tulisan selanjutnya dimuat karya Tawalinuddin Haris dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Ia mengkaji tentang Bendera Macan Ali koleksi Museum Tekstil jakarta. Bendera Bendera Macan Ali ini tidak hanya sebagai lambang identitas, simbol, dan jati diri Kesultanan Cirebon, tetapi ada kemungkinan dipandang sebagai bendera yang punya kekuatan magis dan dapat mendatangkan keselamatan. Ada kesejajaran fungsi dan makna antara gambar dan teks pada bendera tersebut.

Sudarnoto Abdul Hakim dari Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah JAkarta mengupas dinamika sejarah Islam Indonesia modern melalui analis karya-karya sastra. Sementara, dari fakultas dan kampus yang sama, Amelia Fauzia melakukan telaah buku yang berjudul Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara. Penulis buku tersebut berpandangan bahwa penulisan sejarah Indonesia selama ini mengandung distorsi, cenderung sekuler, dan mengecilkan peran Islam di Indonesia.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Jurnal Lektur arrow Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 8, No. 2, Desember 2010