Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Studi Eksperimentasi Peningkatan Minat Baca Lektur Keagamaan Di Lembaga Pendidikan Keagamaan Cetak E-mail

Studi Pada Siswa Madrasah Aliyah Di  Palu, Gorontalo,  Ambon,  Dan  Ternate

Studi eksperimenatsi peningkatan minat baca lektur keagamaan di lembaga pendidikan, berangkat dari permasalahan bahwa minat membaca siswa terhadap bahan bacaan (lektur) baik umum maupun keagamaan masih kurang. Hal tersebut terjadi dengan berbagai penyebab diantaranya dari aspek ketersediaan bahan bacaan baik dari sisi kuantitas maupun kulitas. Salah satu bentuk bahan bacaan keagamaan tersebut adalah media massa koran nasional. Adapun yang dimaksudkan dengan koran di sini adalah harian nasional yang banyak memuat tulisan keagamaan bergenre keislaman yang selanjutnya akan ditreatmenkan pada siswa Madrasah Aliyah di lokasi penelitian sebagai salah satu upaya peningkatan minat membaca siswa.

Studi ini mengambil sampel siswa Madrasah Aliyah di empat kota, yaitu Palu, Ambon, Gorontalo, dan Ternate. Jumlah sampel sebanyak 182 siswa untuk kelompok eksperimen, dan  136 siswa untuk kelompok kontrol. Tujuan studi ini adalah: (1) untuk menganalisis minat baca siswa Aliyah terhadap lektur keagamaan setelah diberikan treatmen tulisan keagamaan di media massa; dan (2) untuk menganalisis minat baca siswa Aliyah terhadap lektur keagamaan sebelum diberikan treatmen tulisan keagamaan di media massa.

Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode penelitian eksperimen. Adapun desain penelitian yang digunakan untuk menerapkan perlakuan adalah Randomized Pre and Post Test Control Group Design. Kegiatan pengumpulan data oleh petugas pengumpul data lapangan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu studi awal-pre test- minat baca pra treatment; treatmen (pemberian treatmen koran nasional bergenre keagamaan/Islam) selama 60 hari; dan post test minat baca pasca treatment.

Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata minat baca lektur keagamaan dari 182 siswa kelompok eksperimen sebesar 86,43 (tinggi). Selanjutnya dari 136 siswa kelompok kontrol, rata-rata minat baca terhadap lektur keagamaan sebesar 67,29 (sedang). Secara lebih rinci dijelaskan bahwa untuk kelompok eksperimen, diperoleh minat baca lektur keagamaan  dalam kategori rendah sebanyak 13 siswa (7,10%), sedang sebanyak 81 siswa (44,50%), dan minat baca dalam kategori tinggi sebanyak 88 siswa (48,40). Sedangkan untuk kelompok kontrol, minat baca lektur keagamaan  dalam kategori rendah sebanyak 42 siswa (30,9%), sedang sebanyak 87 siswa (64,0%), dan minat baca dalam kategori tinggi sebanyak 7 siswa (5,1%).

Ada beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini diantaranya adalah; (i) Pihak sekolah perlu lebih memperhatikan berbagai upaya peningkatan minat baca siswa, salah satunya dengan penyediaan bahan bacaan yang berkualitas sebagai salah satu pola upaya peningkatan minat baca siswa. (ii) Pihak sekolah perlu  memperkaya materi pembelajaran agama Islam dengan berbagai  tulisan keagamaan di media massa, mengingat siswa secara umum menyukai rublik-rublik keagamaan di media massa nasional yang ditreatmenkan. (iii) Bagi Kementerian Agama RI, perlu mempertimbangkan hasil penelitian ini sebagai salah satu dasar dalam kebijakan pemberian bantuan berupa buku dan sejenisnya ke berbagai lembaga pendidikan keagamaan. Karena hasil penelitian menyebutkan bahwa materi tulisan keagamaan di media massa berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan minat baca siswa.

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Studi Eksperimentasi Peningkatan Minat Baca Lektur Keagamaan Di Lembaga Pendidikan Keagamaan