Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Penelitian Dan Penulisan Biografi Ulama Tahun 2012 Cetak E-mail

Sebagai pemimpin keagamaan dalam Islam, ulama adalah orang yang diyakini mempunyai otoritas yang besar di bawahnya. Hal ini terjadi karena ulama adalah dianggap sebagai orang yang suci dan dianugerahi berkah. Dikarenakan tipe otoritas ini berada “di luar dunia kehidupan rutin dan profan sehari-hari”, maka ulama dipandang mempunyai kelebihan-kelebihan luar biasa yang membuat kepemimpinannya diakui secara umum. Di samping kelebihan-kelebihan personal­nya, otoritas ulama dan hubungan akrabnya dengan anggota masyarakat telah dibentuk oleh kepedulian dan orientasinya pada kepentingan-kepentingan umat Islam.

Penelitian dan penulisan biografi ulama ini dilakukan dengan tingkat kehati-hatian, dengan mempertimbangkan pel­bagai aspek sosial keagamaan dan keilmuan sekaligus. Dalam hal ini pemilihan terhadap ulama yang perlu ditulis sejarah hidup dan pemikiran­nya dengan memper­tim­bangkan aspek keterwakilan daerah dan corak keagama­an, menghitung aktivitas keulamaan dan karya ke­islaman, serta secara seksama pengaruhnya terhadap perkembangan tradisi keilmuan dan ke­ulamaan pada masa berikutnya, dan sebagainya.

Fokus penulisan biografi ulama adalah 17 biografi ulama. Ulama yang dipilih. Batasan penelitian ini tokoh ulama yang ditulis adalah mereka yang berkiprah dan hidup di Abad ke-20 dan 21. Pembatas­an ini didasarkan atas pertimbangan ketersediaan data, keberadaan infor­man dan saksi hidup, serta kemungkinan dilakukannya telaah dokumen. Adapun ke-17 biografi ulama yang ditulis pada tahun 2012 ini adalah; (i) Muhammad Arsyad Thalib Lubis (Sumatera Utara). (ii)  K.H. Ahmad Muhsin ( Kutai Kartanegara), (iii) Syech Abdul Samad Bachdar ( Tumbak Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Selatan), (iv) Muhammad Bin Djaie (1925-1986), Ulama Pesisir Singkawang Kalimantan Barat, (v) TGH Abdul Gafur (1754-1904 di Lombok), (vi)  Anre Gurutta H. Abdullah Maratang, Lc,  (Sulsel), (vii)  K.H. Yusuf Azhary al-Hafizh Banyumas Jawa Tengah, (viii) K.H. Mufid Mas’ud Pandanaran Yogyakarta, (ix) K.H. Noer Ali Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, (x) K.H. Isa Anshari,  Bandung, (xi) Prof. Dr. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya, M.Sc. (xii) K.H. Baduzzaman Garut, Jawa Barat, (xiii) K.H. Ali Darokah (Solo), (xiv)  K.H. Kebarongan Banyumas, Jawa Tengah, (xv) K.H. Hasan Maolani “Eyang Menado” ( Kuningan Jawa Barat), (xvi)  K.H. Muntaha (Wonosobo Jawa Tengah), (xvii) K.H.R. Abdullah Bin Nuh (Bogor)

Beberapa rekomendasi penting dari hasil penulisan ini adalah;  (i) Penting ditulis biografi ulama secara komprehensif, karena banyak ulama sampai saat ini telah kehilangan jejak sejarahnya.(ii) Kepada pemerintah pusat dan daerah perlu merekam seluruh seluk-beluk dan lika-liku kehidupan ulama pada daerah tertentu, karena seringkali kita kesulitan mendapatkan data ulama tertentu secara baik. (Iii) Kepada MUI Pusat maupun daerah perlu untuk mendokumentasikan seluruh ulama dan tokoh-tokoh agama Islam di pusat maupun di daerah. Hal ini penting untuk mengetahui kiprah ulama yang pernah hidup pada masa tertentu.  (iv) Kementerian Agama melalui Kanwil/Kankemenag Kota dan Kabupaten, perlu memfasilitasi MUI Pusat/Daerah untuk membuat data base ulama lokal agar dapat diakses secara luas. (v) Kementerian Agama perlu bekerja sama dengan instansi terkait untuk mendata seluruh karya-karya ulama di masing-masing provinsi yang ada di Indonesia.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Penelitian Dan Penulisan Biografi Ulama Tahun 2012