Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Penulisan Biografi Ulama Tahun 2011 Cetak E-mail

Penelitian dan penulisan biografi ulama ini dilakukan dengan tingkat kehati-hatian, dengan mempertimbangkan pel­bagai aspek sosial keagamaan dan keilmuan sekaligus. Dalam hal ini pemilihan terhadap ulama yang perlu ditulis sejarah hidup dan pemikiran­nya dengan memper­tim­bangkan aspek keterwakilan daerah dan corak keagama­an, menghitung aktivitas keulamaan dan karya ke­islaman, serta secara seksama pengaruhnya terhadap perkembangan tradisi keilmuan dan ke­ulamaan pada masa berikutnya, dan sebagainya.

Kegiatan penelitian ini fokus kepada biografi ulama lokal yang di­pan­dang memiliki pengaruh besar bagi pembentukan corak pemikiran ke­aga­maan, memiliki jasa yang tidak kecil terhadap perkem­bang­an lem­baga ke­aga­maan dan institusi pendidikan, memiliki karya inte­lektual yang patut dibanggakan dalam bidang ke­agamaan, serta men­jadi tokoh panutan bagi pembentukan watak keilmuan di tingkat lokal dan na­sional. Masalahnya, tidak semua aspek tersebut tercermin pada setiap ula­ma. Karena itu, faktor representasi—dengan berbagai resikonya—perlu di­ambil sebagai bahan pertimbangan sebelum penelitian dan penulisan bio­grafi ulama dilakukan.

Penelitian ini fokus pada penulisan biografi ulama di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah ditulisnya 18 biografi ulama di DKI Jakarta dan Banten. Ulama yang dipilih dalam penelitian ini dibatasi pada tokoh yang berkiprah dan hidup di Abad ke-20 dan 21. Karena itu, tokoh-tokoh yang hidup dalam periode sebelumnya tidak menjadi penelitian ini. Pembatas­an ini didasarkan atas pertimbangan ketersediaan data, keberadaan infor­man dan saksi hidup, serta kemungkinan dilakukannya telaah dokumen. Adapun ke-18 biografi ulama yang ditulis pada tahun 2011 ini terdiri dari 8 orang ulama Betawi dan 10 ulama Banten. Ulama Betawi yang ditulis terdiri dari  K.H. Ahmad Zayadi; K.H. Achmad Mursyidi; K.H. Zainuddin M.Z; K.H. Abdullah Syafi’i; K.H. Thohir Rohili; K.H. Ali Sybromalisi; K.H. Mughni; dan K.H. Ahmad Syafi’i Hadzami.  Adapun ke-10 ulama Banten yang ditulis terdiri dari K.H. Syadeli Hasan; K.H. Muhammad Syam’un; K.H. Abdurrahman bin Jamal; K.H. Rifa’i Arif; K.H. Ahmad Dimyati; K.H. Armin; K.H. Ahmad hawasyi; K.H. Abdul Lathif; K.H. Otong Nawawi Saketi;  dan K.H. Uwes Abu Bakar.

Hasil penelitain dan penulisan biografi ulama, merekomendasikan beberapa hal terkait, diantaranya; (i) hendaknya biografi ulama ditulis secara lebih komprehensif, karena banyak ulama sampai saat ini telah kehilangan jejak sejarahnya. (ii) Kepada pemerintah pusat dan daerah perlu merekam seluruh seluk-beluk dan lika-liku kehidupan ulama pada daerah tertentu, karena seringkali kita kesulitan mendapatkan data ulama tertentu secara baik. (iii) Kepada MUI Pusat maupun daerah perlu untuk mendokumentasikan seluruh ulama dan tokoh-tokoh agama Islam di pusat maupun di daerah. Hal ini penting untuk mengetahui kiprah ulama yang pernah hidup pada masa tertentu. (iv) Kementerian Agama melalui Kanwil/Kankemenag Kota dan Kabupaten, perlu memfasilitasi MUI Pusat/Daerah untuk membuat data base ulama lokal agar dapat diakses secara luas.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Penulisan Biografi Ulama Tahun 2011