Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Mengungkap Tokoh Penyiar Ajaran Islam Di Pantai Utara Jawa Barat Cetak E-mail

Studi Kasus Tokoh Syech Quro Di Karawang

 

 Dalam berita naskah- naskah klasik seperti: Sejarah Lampahing Wali Kabeh, Ratu Pakuan, Babad Tanah Sunda Babad Cirebon, Nyukcruk Sajarah Pakuan Pajajaran Jeung Prabu Siliwangi, pada tahun 1416 ada seorang pedagang muslim  yang singgah di pantai Pura Karawang dengan menumpang kapal armada Ceng Ho dan kemudian menyiarkan ajaran Islam di daerah tersebut.

Dia seorang pendatang dari Campa yang bernama Hasanuddin (Ha San), dan kemudian dikenal dengan sebutan Syekh Quro atau Syekh Ora karena keahliannya dalam qirat. Dia  merupakan penyiar Islam pertama di Jawa Barat (sepanjang dari berita yang diketahui) dan mendirikan pesantren yang dikenal dengan pesantren Quro (saat ini Masjid Agung Karawang), salah satu muridnya adalah Nyi Subang Larang nenek dari Syarif Hidayatullah yang dikenal dengan Sunan Gunung Jati.

 

Dalam penulisan sejarah islamisasi khususnya Jawa Barat, tokoh ini tidak banyak dikenal, padahal dia merupakan tokoh yang menarik dan perlu diungkap baik sebagai penyiar agama Islam pada tingkat lokal atau sebagai tokoh yang banyak memberikan andil dalam islamisasi Pulau Jawa. Lebih dari itu, tokoh ini dapat di kelompokan dalam lingkungan penyiar Islam yang mendarat pertama di Pulau Jawa dua tahun lebih dahulu dari Syekh Datuk Kahfi guru dari Sunan Gunung Jati Cirebon.

 

Pertanyaan penelitian ini dapat di rumuskan pada dua hal sebagai berikut: (i) Siapakah sebenarnya tokoh Syekh Quro. (ii) Apa peranan Syekh Quro dalam Islamisasi  Jawa Barat Khususnya daerah Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuallitatif (mendeskripsikan hasil temuan), data-data yang ada dikelompokan dan dianalisa dengan cara merangkaikan antara satu dengan yang lainnya kemudian ditafsirkan dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data lapangan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a). Studi Naskah; b). Studi Dokumen; c). Wawancara dan d). Observasi.

 

Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal sebagai berikut; (i) Nama Syekh Quro adalah Syekh Hasanuddin, disebut juga Syekh Quratul’aini. Di lngkungan Masjid Dog Jumeneng, namanya dikenal dengan Syekh Murtasyahadah dan dalam naskah Walikabeh dikenal dengan nama Syekh Ora. Dia seorang ulama dan saudagar dari Campa yang menyiarkan Islam di pantai utara Jawa Barat khususnya di Karawang, bermazhab Hanafi. Dia datang ke Pura Karawang bersama beberapa santrinya dengan menumpang kapal armada Ceng Ho yang menuju Jawa Timur (Majapahit) pada abad ke 15. (ii) Pesantren Quro didirikan Syekh Hasanuddin, seorang ulama yang mempunyai keahlian dalam ilmu dan bacaan Al-Qur’an dan karenanya digelari Syekh Qura. Pesantren ini merupakan lembaga pendidikan keagamaan Islam pertama di Jawa Barat.(iii). Dalam menyikapi prilaku dan doktrin ajaran yang dianut masyarakat pada saat itu, Quro melakukan pendekatan secara perlahan dengan cara memasukan ajaran Islam yang paling dekat dengan tradisi yang ada. (iv)  Dari beberapa pendapat yang dihimpun sekitar makam Syekh Quro, paling tidak ada lima tempat yaitu: Di Telagasari Karawang, Gunung Sangga Buana Karawang, Masjid Dog Jumeneng Cirebon, Masjid Agung Karawang dan di Pulo Bata Karawang. Pendapat terakhir yang banyak dianut oleh masyarakat.

 

Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk (i) hendaknya pemerintah daerah dan masyarakat setempat memperhatikan Makam Syekh Quro, baik yang berkaitan dengan pemeliharaannnya atau sosialisasinya, karena situs tersebut merupakan peninggalan yang sangat berharga bagi masyarakat Karawang dan sekaligus sebagai tempat wisata ritual.(ii)  Bagi Kementrian Agama, perlu adanya kajian yang lebih mendalam dan konperhensif, dalam rangka menguak tokoh islamisasi pada tahap awal daerah Jawa Barat dan menambah khazanah keagamaan. (III). Bagi para akademisi, merupakan tantangan untuk mengungkapnya lebih dalam karena sampai saat ini belum ada kajian yang konprehensif tentang peran Syekh Quro dalam islamisasi daerah pantai utara Jawa

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Mengungkap Tokoh Penyiar Ajaran Islam Di Pantai Utara Jawa Barat