Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Perkembangan Islam Di Kesultanan Serdang Pada Masa Pemerintahan Sulaiman Shariful Alamsyah (186519 Cetak E-mail

 

Sejarah berdiri dan berkembangnya Kesultanan Serdang (1720-1946) tidak bisa dipisahkan dari peranan agama Islam yang turut mempengaruhi dan mewarnai era kegemilangannya. Saluran-saluran Islamisasi yang berkembang di Kesultanan Serdang meliputi perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan politik. Di zaman Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah yang berlangsung cukup lama yakni dari era masa ketika kolonialisme Belanda berkuasa (1866) hingga pascakemerdekaan Republik Indonesia (1946), Islam semakin berkembang dengan pesat. Selain sebagai kepala pemerintahan, Sultan juga adalah Khalifah Fil Ardi, atau disebut juga dengan Amirul Mukminin dimana Sultan juga mengangkat alim ulama untuk mengurusi seluk-beluk keagamaan dengan melantik Qadhi, membentuk Majelis Syar’i yang berfungsi untuk menjalankan syariat Islam di tengah masyarakat, mendirikan madrasah dan sekolah.

 

Temuan hasil penelitian ini menyatakan bahwa (i) proses masuk dan berkembangnya Islam di Serdang dapat dilihat melalui jalur perdagangan, dakwah, perkawinan, ajaran tasawuf (tarekat), kesenian, pendidikan dan juga politik. Semua unsur tersebut mendukung proses berkembangnya Islam di Serdang. (ii) Masuknya Islam membawa pengaruh yang besar terhadap budaya Melayu sehingga memberikan ciri keislaman yang kuat. Pandangan hidup orang Melayu menjadi identik dengan pandangan hidup berdasarkan Islam. Oleh karena itu, muncul pemahaman bahwa salah satu syarat untuk menjadi orang Melayu adalah dengan memeluk Islam. Apabila seorang non-Islam melepaskan agamanya kemudian menganut Islam, maka ia diakui sebagai orang Melayu.

 

(iv) Melayu identik dengan agama Islam, hal ini merupakan fakta sejarah yang tak dapat dipungkiri. Di tengah-tengah masyarakat lazim dikenal dengan istilah masuk Melayu yang berarti masuk Islam. Demikian juga halnya dengan Kesultanan Serdang. Dapat dikatakan hampir seluruh elemen dalam Kesultanan Serdang merupakan elemen Islam. Kesultanan Serdang juga memiliki lambang kerajaan yang berbentuk bulan setengah bulatan sebagaimana lambang kerajaan-kerajaan Islam lainnya. Ada juga motto kerajaan yang berada di atas pita yang berbunyi Al Watsiqu billah, ditulis dengan aksara Arab. Tulisan itu mempunyai makna berpegang teguh kepada tali Allah. Sesuai dengan maksudnya bahwa Kerajaan Serdang menggunakan syariat Islam.

 

(v) Nuansa Islam mewarnai kehidupan Melayu dengan berbagai dimensinya. Islam terefleksikan dalam dua aspek budaya Melayu Serdang, yaitu seni dan ritual. Unsur-unsur Islam yang terdapat dalam banyak kesenian Melayu di kawasan Pesisir Timur Sumatera Utara antara lain: Zapin, Zikir, Berzanji, Marhaban, Rodat, Ratib, Hadrah, dan Nasyid, salah satu dari enam jenis klasifikasi kelompok tarian Melayu menurut Shepperd.

 

Sedangkan untuk pelaksanaan dan pelestarian ritual adat Melayu, sangat terkait antara lain dengan peran raja. Sejak berdirinya Kerajaan Serdang di tahun 1723 M, raja berkuasa atas 3 unsur yaitu (1) Sebagai Kepala Pemerintahan Kerajaan, (2) Sebagai Khalifatullah Fil Ard (Pemimpin Agama Islam), dan (3). Sebagai Kepala Adat. Upacara upacara ritual masyarakat Melayu Serdang sangat banyak ragamnya, mulai dari ritual yang dilakukan bila seseorang melahirkan sampai pada upacara perkawinan. upacara ini disebut juga dengan istilah ritus-ritus peralihan (rites of the passages) yang saat ini masih sebagian besar dipercayai oleh masyarakat Melayu Serdang. Berdasarkan Konvensi Adat Melayu Serdang, ritual adat Melayu Serdang mencakup Ritual adat terkait siklus kehidupan, seperti perkawinan, upacara seputar kelahiran, upacara kematian, dan ritual terkait mata pencaharian seperti Jamu laut, Tolak bala, Tarian lukah, dan Mandi berminyak.

 

Penelitian menghasilkan dua rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk pemerintah pusat cq Kementerian Agama, diharapkan tetap memberikan perhatian yang serius terhadap penelitian kerajaan-kerajaan Islam yang pernah ada di Nusantara yang telah mewarnai penyebaran agama Islam di negeri ini. Sedangkan untuk pemerintah daerah diharapkan dapat memelihara keberadaan situs-situs sejarah, khususnya yang berkaitan dengan kerajaan Islam, agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan peninggalan sejarah yang ada di daerahnya.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Perkembangan Islam Di Kesultanan Serdang Pada Masa Pemerintahan Sulaiman Shariful Alamsyah (186519