Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

K. H. MUHAMMAD YUNUS MARTAN : Pendidik dan Penulis Cetak E-mail

Kajian tentang ulama dan tokoh di Indonesia telah dlakukan oleh berbagai kalangan  akademisi dengan pendekatan dan disiplin keilmuan yang beragam. Secara umum, berbagai kajian dan penelitian itu telah membuktikan tingginya peran dan posisi ulama dan tokoh agama dalam perkembangan budaya, dakwah keagamaan, transmisi keilmuan-pendidikan keagamaan, perubahan sosial, dan pertumbuhan lembaga-lembaga keagamaan, dan pembentukan corak pemikiran keagamaan masyarakat sekitar. Bahkan, para ulama dan tokoh agama juga dipandang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pentuaan karakter bangasa, perjuangan kemerdekaan, perkembangan pokitik dan peembangan wacana keagamaan di masyarakat.

 

Sedemikian tingginya peran dan pengaruh agama bagi masyarakat sekitar, sehingga kehidupannya memiliki pengaruh terhadap  budaya, sosial, ekonomi, sosial politik, dan sebagainya. Pentingnya peran ulama dalam pembentukan corak keagamaan, transmisi keilmuan Islam, perkembangan peidikan keagamaan dan lembaga sosial dan dakwah, tanpak dari berbagai buku biografi ulama dan tokoh agama yang ditulis dalam beberapa dekade terakhir ini. Tidak semua tokoh agama dan ulama dapat dikenali jejak pemikiran dan pengaruhnya. Banyak ulama dengan pengaruh yang besar bagi pembentukan corak keagamaan masyarakat dan pendidikan Islam, tidak lagi dikenali sejarah dan perannya bagi perkembangan keagamaan. Dalam konteks inilah, penulisan biografi K. H. Yunus Martan.

 

Hasil temuan penelitian menyatakan bahwa sosok K. H. Muhammd Yunus Martan, lahir di 1913 di Belawa, wafat 1986, dimakamkan di Sengkang, Wajo, berdekatan dengan gurunya, AG.Muhammad As’ad. Ayahnya, AG. H.  Martan, kadi Belawa,  seorang ulama yang mengadakan pengajian di kampungnya. Yunus dibimbing langsung oleh ayahnya, dan belajar pada ulama di kampungnya, seperti Andi Mappangewa, dan belajar tafsir di Tosora dan Soppeng.  Pendidikan dasar pada Sekolah Rakyat di Belawa 1921-1926. Tahun 1929, Yunus belajar pada Madrasah Al-Falah di Makkah, dan pengajian halaqah di masjid al-Haram Makkah, selama tujuh tahun. Tahun 1933, ia kembali dan mengajar beberapa bulan di kampungnya, sebelum  ke Madrasatul Arabiyah Islamiyah (MAI) di Kota Sengkang, dan di Sengkang belajar juga pada  Syaikh Idrus, dan Haji Muhammad Jafar.

 

Sebelum wafat AG. Muhammad As’ad 1952), K.H.Yunus Martan, sudah menjadi  Pembina (MAI) dan dipercaya oleh  gurunya berkhutbah, dan menjawab pertanyaan pada majalah al-Mauizah al Hasanah yang dipimpin oleh  AGH. Muhammad As’ad. Ilainnya. Ia juga belajar ilmu umum di (MAI), seperti  ilmu alam, hayat, geografi, dan falak, dan sebagainya. Ia Ketu Umum Madrasah Asadiyah sampai ia wafat. Ia meninggalkan 32 kitab dalam berbagai disiplin ilmu, yaitu 10 sirah/sejarah, 8 fikih, 3 tauhid, 3 tafsir, 2 hadis, 2 doa, dan 2 buku khutbah. Ia juga menulis majalah Risalah As’adiyah dalam bidang tafsir, akhlak, dan hikam dan maw±‘i§. Putranya sebagai pelanjut adalah Prof. Dr. H. M Rafii Yunus, M.A., sekarang menjadi Ketua Umum Pesantren As’adiyah.

 

Hasil rekomendasi penelitian ini menekankan bahwa Masih banyak ulama Sulawesi Selatan yang berjasa dalam pencerahan umat yang belum dikenal secara umum. Olehnya itu, masih perlu dilanjutkan penulisan biografi mereka.

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow K. H. MUHAMMAD YUNUS MARTAN : Pendidik dan Penulis