Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Inventarisasi Karya Ulama Di Lembaga Pendidikan Keagamaan Tahun 2010 Cetak E-mail

 

Penelitian untuk menelusuri kitab-kitab karya ulama yang khusus terkait dengan naskah tulisan tangan atau ulasan dalam bentuk hasyiah, syarah, terjemahan, khulasah, dan karangan asli, pernah dilakukan oleh Amik dari Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat (LPAM) Surabaya pada tahun 2002. Penelitian tersebut menemukan sekitar 300 naskah karya ulama nusantara yang terdapat di pesantren-pesantren di pulau Jawa. Namun, hasil temuan penelitian tersebut masih dirasakan kurang karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut.

 

Seiring dengan perkembangan zaman, dan  beredarnya kitab-kitab dalam bentuk terjemahan serta buku-buku sebagai bahan ajar baik di pesantren maupun di lembaga pendidikan keagamaan lainnya, diasumsikan karya karya para ulama tersebut masih kurang mendapat perhatian dan cendrung diabaikan.  Akibat dari itu banyak karya-karya ulama tersebut tidak terpelihara dan menjadi rusak. Kerusakan itu juga mengingat sudah semakin tuanya kitab tersebut sementara budaya penyimpanan serta pemeliharaannya pada umumnya masih lemah dan tidak profesional.

 

Berangkat dari kondisi tersebut diatas, perlu ada upaya untuk melakukan invertarisasi karya-karya ulama di lembaga pendidikan khususnya di pondok pesantren di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari kondisi adanya karya ulama yang belum diinventarisir dan dilestarikan, serta belum  banyak dikaji, padahal di dalamnya terdapat informasi penting berkaitan dengan keagamaan. Pada sisi lain, semakin rapuhnya kondisi naskah/kitab/karya ulama tersbut.

 

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskiptif kwalitatif.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara: wawancara, observasi dan pemotretan atau poto copy dan membawa karya ulama dalam bentuk aslinya. Penelitian ini merupakan penelitian awal dan dilakukan di wilayah Jawa Timur, meliputi Kabupaten Bangkalan, Sumanep, Kediri, Madiun, Situbondo, Banyuwangi, Gresik, Pacitan, Malang, dan Pasuruan.

 

Hasil penelitian ini menemukak beberapa temuan menarik diantaranya; (i) Tersebarnya kitab-kitab keagamaan karangan ulama Timur Tengah ke lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, mendorong para ulama pesantren untuk mengembangkannya dalam bentuk karya tulis (kitab). (ii)  Banyaknya karya tulis ulama nusantara baik dalam bentuk tulisan tangan maupun dalam bentuk cetakan khususnya yang tersebar di lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren masih belum terinventarisasi dengan baik. (iii) ada 610 karya ulama yang terdiri dari delapan bidang kajian, yaitu: fiqh, lugah, tafsir, tasawuf, aqidah, hadis, tarih dan akhlak. (iv) Karya-karya ulama yang ditemukan berbentuk kitab kuning dan buku dengan menggunakan bahasa Arab, Indonesia/melayu dan daerah (lokal) Sedang tulisannya mengunakan huruf Arab, Jawi (Arab melayu/pegon) dan latin. (v)  Karya-karya tersebut berbentuk karangan asli, terjemah, mukhtasar, ta'liq/komentar, syarah dan majmu’ah/ kumpulan. Sedang karya terjemah ada yang masih menggunakan model terjemah gandul (jenggot) dengan huruf Arab melayu/Jawi.

 

Penelitian ini merekomendasikan agar karya ulama nusantara yang belum terinventarisir yang tersimpan di pesantren-pesantren dan keluarganya perlu mendapat perhatian pemerintah dalam hal ini Departemen Agama, karena karya-karya tersebut merupakan khazanah keislaman nusantara yang sangat berharga. Selain itu perlu adanya kajian lebih dalam terhadap karya-karya ulama nusantara khususnya yang ditulis sebelum abad ke 20 dan sebelum masa kemerdekaan dalam rangka mengungkap kehidupan keagamaan masyarakat dan peran ulama pada saat itu.

 

 

 
< Sebelumnya
You are here  :Depan arrow Ringkasan arrow Ringkasan Penelitian arrow Inventarisasi Karya Ulama Di Lembaga Pendidikan Keagamaan Tahun 2010