Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

ORIENTASI PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN SDM LEKTUR KEAGAMAAN Cetak E-mail

Untuk menyamakan pemahaman dan gerak langkah antara Puslitbang Lektur Keagamaan dan unit kerja terkait (UIN, IAIN, STAIN, UPT dan MANASSA) perlu dilakukan perte-muan dalam bentuk orientasi. Tujuannya agar tercipta kesamaan langkah dan saling memahami dan mendukung antara unit kerja. Inilah latarbelakang terwujudnya kegiatan “Peningkatan dan Pengembangan SDM Puslitbang Lektur Keagamaan”.  Kegiatan ini diadakan di Pusat Informasi Haji (PIH) Batam dari tanggal 26 Februari hingga 1 Maret 2009.


 

Dalam laporannya, Kapuslit-bang Lektur Keagamaan menyatakan bahwa salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan peta program unggulan berkenaan dengan khazanah budaya nusantara, dan kemudian mengkoordinasikan program kegiatannya dengan Puslitbang  dan Balai Litbang serta Pusat Penelitian pada Perguruan Tinggi Agama dan lembaga lainnya berkenaan dengan khazanah budaya nusantara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 42 orang peserta, yaitu utusan dari lembaga-lembaga, Pusat Penelitian, P3M, UIN, IAIN, STAIN, IHDN, STAKN, STAHN, STABN, Balai Penelitian dan peneliti Puslitbang Lektur Keagamaan, Puslitbang Kehidupan Beragama, dan lembaga lainnya, dengan 7 orang narasumber dari pakar dan praktisi, antara lain:  Prof. Dr. H. Maidir Harun (Kapus-litbang Lektur Keagamaan); Prof. Dr. H. Budi Sulistiono, M.Hum, (Guru Besar Arkeologi Islam UIN Jakarta); Drs. Nindya Nugraha (Perpustakaan Nasional RI, Jakarta); Dr. Oman Fathurahman (Filolog UIN Jakarta); Prof. Dr. Musdah Mulia (Peneliti Puslitbang Lektur);  Drs. H. Razali Jaya (Kakanwil Depag Kepri); dan Kepala Balai Maklumat Museum Kesultanan Riau.

Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain: 1. Kebijakan Departemen Agama tentang Pelestarian Khazanah Keagamaan untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa; 2. Refleksi Penelitian dan Pengembangan Naskah Keagamaan Tahun 2005-2009; 3. Pengembangan Jaringan Penelitian Naskah Klasik Keagamaan Nusantara; 4. Arkeologi Islam Nusantara: Masalah dan Solusinya; 5. Penyelamatan dan Pemeliharaan Naskah Keagamaan Klasik Nusantara: Masalah dan Tantangannya; 6. Penelitian tentang Kesultanan Islam Nusantara: Masalah dan Prospeknya.

Selain ceramah dan diskusi , orientasi juga diselingi dengan kegiatan observasi  lapangan di Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah timur Pulau Batam,  berseberangan dengan kota Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulaun Riau. Dalam sambutannya  Prof. Dr. H. Maidir Harun (Kapuslitbang Lektur) mengatakan: tujuan observasi ke Pulau Penyengat adalah untuk melihat langsung pemeliharaan naskah yang ada di sini, sebagai bagian dari konsen Puslitbang Lektur Keagamaan, yaitu pemeliharaan, penyimpanan, dan penyelamatan naskah klasik.  Para peserta diharapkan dapat melihat langsung, bagaimana cara-cara naskah itu disimpan, dipelihara, dan dilestarikan isinya.

Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini antara lain: 1. Disepakati model kerja sama program antara Puslitbang Lektur Keagamaan dengan unit kerja yang akan bekerja melaksanakan program  tahun 2009;  2. jadwal pelaksanaan kegiatan; 3. pembagian kerja antara Puslitbang Lektur dengan unit kerja lain yang memiliki kesamaan program, dan ; 4. terumuskannya peta program unggul-an berkenaan dengan khazanah  budaya nusantara.[ ]

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
You are here  :Depan arrow Artikel arrow ORIENTASI PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN SDM LEKTUR KEAGAMAAN