Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Orientasi Peningkatan Kualitas Tenaga Teknik Digitalisasi Khazanah Keagamaan Cetak E-mail

“Pergi ke sawah menanam padi/Janganlah lupa membawa cangkul/Kita datang untuk berorientasi/Bukanlah sekadar untuk berkumpul”.

Ucap Kepala Dinas Pendidikan, Prof. Dr. Ir. H. Irwandi Efendi, M.Sc. yang mewakili gubernur Provinsi Riau pada pembukaan “Orientasi Peningkatan Kualitas Tehnik Digitalisasi Khazanah Keagamaan” di Pekanbaru, 17 Februari 2009. Ia juga menyampaikan permohonan maaf Gubernur yang berhalangan hadir, karena beberapa jam sebelumnya berangkat menuju Jakarta untuk menghadiri pertemuan dinas. Dengan mengenakan busana khas Melayu, pejabat yang pernah mengenyam pengajaran baca-tulis huruf Jawi (Arab-Melayu) ini selanjutnya membuka acara orientasi secara resmi.


 

Sebelumnya, di awal rangkaian acara pembukaan yang dimulai pukul delapan malam tersebut, Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan, Prof. Dr. H. Maidir Harun melaporkan peserta orientasi yang berjumlah 50 orang. Para peserta ini terdiri dari alumni Diklat Penelitian Naskah  tahun 2007 dan tahun 2008 yang berasal dari UIN, IAIN, STAIN, IHDN, STAKN yang tersebar di 15 provinsi. Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan juga menyampaikan target kegiatan ini, yaitu diperolehnya kesepahaman dalam menerapkan strategi dalam penelusuran khazanah keagamaan di masyarakat.

Dalam sambutan selanjutnya, Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Prof. Dr. H.M. Nazir Karim mengatakan, “Ditempatkannya Riau sebagai tuan rumah merupakan hal yang baik, terutama bila dikaitkan dengan UIN Riau yang bercita-cita menjadi pusat kajian Islam di Asia Tenggara”. Menurutnya, dari khazanah Riau inilah bahasa Melayu lahir. Karena itu, rektor juga mengajak para peserta untuk mengkaji lagi sejauh mana bahasa Melayu menjadi sumber ilmu pengetahuan dan peradaban di Asia Tenggara.

Berkenaan dengan kebijakan tentang konservasi khazanah keagamaan, Kepala Badan Litbang dan Diklat, Prof. DR. HM. Atho Mudzhar dalam sambutan berikutnya menyatakan, sebagai suatu bangsa yang besar, Indonesia memiliki kekayaan naskah keagamaan masa lalu yang sangat besar jumlahnya, namun tidak seluruh naskah tersebut tersimpan dan terjaga secara baik. “Bahkan masih banyak sejarah kesultanan yang tersebar di berbagai daerah belum terkaji secara memadai”,  kata Kepala Badan. Karena itu menurutnya, Badan Litbang dan Diklat melalui Puslitbang Lektur Keagamaan telah menetapkan 3 (tiga) langkah strategis di bidang naskah keagamaan nusantara, yaitu: (1) mendorong masyarakat per-orangan/lembaga agar menjaga/melestarikan  naskah keagamaan nusantara; (2) membangun sinergi dengan instansi dan lembaga untuk mengembangkan konservasi naskah keagamaan; (3) membangun dan mengembangkan jaringan untuk menyebarluaskan informasi dan data tentang naskah keagamaan nusantara.

Pada hari berikutnya (18/02/2009), para peserta mendapatkan materi-materi yang terkait dengan orientasi ini, yaitu: Kebijakan Pemda Riau tentang Konservasi Naskah Klasik Keagamaan Melayu; Penelitian tentang Naskah Klasik Keagamaan Melayu di UIN Sultan Syarif Kasim Riau; Kebijakan Ditjen Bimas Islam tentang Pelestarian dan Penge-mbangan Khazanah Keagamaan Islam; Kebijakan Teknis tentang Teknik Penyelenggaraan Digitalisasi Naskah Keagamaan, Kodikologi, dan Deskripsi Naskah Klasik Keagamaan; Penelusuran Naskah Klasik di Masyarakat, dan; Posisi Naskah Klasik Keagamaan untuk Memahami Perkembangan Islam Nusantara. Materi-materi tersebut disampaikan oleh para narasumber yaitu: Drs. H. Zulfihar, MM (Kepala Biro Kesra Provinsi Riau), Prof. Dr. HM. Nazir Karim (Rektor UIN Sultan Syarif  Kasim Pekanbaru Riau); Drs. H. Muzakir Ma’ruf, MM (Sekretaris Dirjen Bimas Islam Dep. Agama);  Prof. Dr. H. Maidir Harun (Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan); Dr. H. Oman Fathurahman (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta);  Muhammad Yusuf, M.Hum (Universitas Andalas Padang);  Prof. Dr. H. Mahdini, MA (UIN Sultan Syarif Kasim Riau); dan Prof. Dr. H.I. Syarif Hidayat (Universitas Padjadjaran Bandung).

Untuk memadukan materi dengan praktik di lapangan selama orientasi, pada hari selanjutnya (19/02/2009) para peserta melakukan observasi dan praktik digitalisasi naskah klasik keagamaan. Kegiatan ini dilakukan dengan kunjungan ke Istana Kesultanan Siak di Kabupaten Siak, salah satu  situs bersejarah di Riau yang didirikan pada tahun 1723 M. Di dalamnya tersimpan arsip-arsip dan naskah-naskah masa silam.

Sebagai upaya perbaikan untuk penyelenggaraan orientasi berikut-nya, pada hari terakhir (20/02/2009) diadakan acara Evaluasi Penye-lenggaraan Kegiatan. Acara ini berisi saran-saran dari para peserta dan penjelasan panitia penyelenggara terkait saran-saran tersebut. Selanjutnya  kegiatan “Orientasi Peningkatan Kualitas Tehnik Digitalisasi Khazanah Keagamaan” ini ditutup secara resmi oleh Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan. [ ]

 
< Sebelumnya
You are here  :Depan arrow Artikel arrow Orientasi Peningkatan Kualitas Tenaga Teknik Digitalisasi Khazanah Keagamaan