Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama RI

Konferensi ASEASUK Cetak E-mail

PENGALAMAN MENGIKUTI KONFERENSI ASEASUK 2009
11 – 13 September 2009 di Swansea University
Oleh Fakhriati


Selama tiga hari konferensi ASEASUK di Swansea Univeristy, beberapa pengalaman dan pengetahuan berharga saya temukan. Pertama, dari panel discussion. Untuk Malay manuscripts panel, telah hadir diantaranya Prof. DR. Braginsky yang berbicara tentang Naskah Melayu terjemahan dari Bahasa Urdu, Prof DR. Russell Jones yang berbicara tentang moving forwards of watermark. Uli Kozok yang berbicara tentang Aksara Batak online, Annabel Teh Gallop yang berbicara tentang seal in Malay Manuscripts’ Papers, Mulaika Hijjas tentang naskah of Rabiah al-Adawiyah, dan saya (Fakhriati) tentang Acehnese Manuscripts collected in Private Hand. Dalam presentasi tentang Malay manuscripts terlihat sangat antusias para presenter dalam mempresentasikan paper mereka. Mereka yang notabenenya orang-orang luar dari Malay manuscripts khususnya orang Barat ternyata sangat menguasai bidangnya. 

Russell Jones[1] dalam materi presentasinya, sangat antusias memberikan segala informasi yang berkenaan dengan watermark. Beliau juga ingin mengajarkan para “New Generation” (istilah beliau) dalam bidang watermark, bahkan ingin membuat training agar pemahaman dan penerapan watermark dapat dilakukan secara benar. Beliau mempresentasikan rencana proyek digital watermark yang dilanjutkan ke tahap online sehingga dapat diakses oleh siapa saja. Keinginan beliau disambut hangat oleh setiap peserta diskusi.  

Beliau mengatakan kepada saya bahwa beliau pada bulan November 2009 akan datang ke Indonesia dan singgah di Jakarta, dan beliau sangat senang bila dapat memberikan presentasi dalam bidang watermark. Mungkin di saat ini, kita para pegawai lektur khususnya pecinta naskah klasik sangat penting menimba ilmu dari beliau. Kita perlu menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. 

Kemudian, bidang yang saya presentasikan, yang berjudul An Overwhelming Heritage In Pidie And Aceh Besar Regencies: An Elaboration On Acehnese Manuscripts Collected In Private Hand Of The Acehnese terlihat bahwa para audience sangat antusias dalam bertanya dan membantu saya untuk kesempurnaan tulisan saya. Salah satu Proffessor yang sangat antusias dan sangat membantu saya adalah Proffessor Dr. Russell Jones dari SOAS University. Demikian juga dengan Annabel dan Braginsky bertanya dan memberikan input yang sangat berharga bagi kesempurnaan paper saya. 

Dalam konferensi ASEASUK, panitia juga mempresentasikan proyek yang sedang berlangsung dan dihandle oleh ASEASUK program. Salah satunya adalah kajian dan investegasi terhadap dokumen-dokumen yang ada di Ottoman Archive, Turki. Ternyata Malay documents terdapat di Turki, seperti surat dari Sultan Mansur Syah Aceh kepada Raja Turki pada abad ke 18M. Mereka menyediakan grants untuk meneliti ke sana dengan waktu deadline pada 15 September 2009 yang lalu.  

Pengalaman mengunjungi British Library, saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan dua orang tokoh dari EAP Program British Library, Lynda dan Cathy. Dari hasil pertemuan kami, saya dapat memetik hasil tentang pemotretan yang dinginkan EAP British Libary dengan colour checkernya dan beberapa persyaratan lainnya yang perlu dikaji ulang. Selanjutnya, pemotretan watermark menjadi hal yang sangat penting dalam produk digitalisasi dengan mengikuti aturan-aturan yang berlaku, seperti ajaran dari Professor Russell Jones. 



[1] Prof. Dr. Russell Jones adalah seorang Proffessor  yang sudah lanjut usianya (83 umurnya), Beliau ahli dalam bidang watermark untuk European paper.

 
< Sebelumnya
You are here  :Depan arrow Berita arrow Konferensi ASEASUK