Website Puslitbang Lektur Keagamaan Kementerian Agama RI

JA slide show
Selamat Datang Di Website Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan

Fokus Program 2012

Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan berada di bawah Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Berdasarkan KMA No. 10 tahun 2010, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan—yang sebelumnya bernama Puslitbang Lektur  Keagamaan—mempunyai tugas melakukan penelitian dan pengembangan di bidang lektur dan khazanah keagamaan dengan sasaran utama tersedianya data dan informasi serta rancangan kebijakan dalam rangka mendukung terwujudnya kebijakan berbasis hasil riset di bidang lektur dan khazanah keagamaan.

Sesuai dengan Renstra Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI 2010-2014, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan mempunyai program strategis, yaitu: a) Tersedianya data dan informasi, rumusan rekomendasi, pokok pikiran pengembangan, dan bahan/draft kebijakan berbasis hasil penelitian bidang lektur dan khazanah keagamaan dalam rangka mendukung perumusan kebijakan pimpinan dan unit-unit tekhnis Kementerian Agama; b) Meningkatnya pemanfaatan produk-produk penelitian dan pengembangan bidang lektur dan khazanah keagamaan dalam perumusan kebijakan pimpinan dan unit-unit teknis Kementerian Agama; c) Meningkatnya komunikasi, sosialisasi dan publikasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada stake holders dan masyarakat secara umum; d) Meningkatnya pemberdayaan jaringan dan kerjasama penelitian dan pengembangan bidang lektur dan khazanah keagamaan; e) Meningkatnya kualitas tenaga peneliti bidang lektur dan khazanah keagamaan berdasarkan spesifikasi akademik dan bidang tugasnya; f) Tersalurkannya beasiswa dan bantuan belajar bagi peneliti bidang lektur dan khazanah keagamaan; g) Tersedianya dukungan administrasi dalam penyelenggaraan penelitian dan pengembangan lektur dan khazanah keagamaan

Sesuai dengan program strategis di atas, pada tahun 2012 Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan telah menyusun dan menetapkan 45 kegiatan yang terdiri atas 12 kegiatan penelitian, 27 kegiatan pengembangan, dan 6 kegiatan menejemen kelembagaan dan ketatalaksanaan.

Penelusuran Naskah

 

Sebagai dasar pijakan dalam menyusun program–programnya, dan dalam upaya mendapatkan data tentang gambaran pernaskahan keagamaan, Puslitbang Lektur Keagamaan pada tahun 2007 menggelar Workshop Konservasi Naskah Klasik Keagamaan Nusantara.

Rekomendasi dari Workshop ini mendasari kebijakan lebih lanjut dalam menyusun program kegiatan Puslitbang Lektur Keagamaan. Dari rekomendasi itu, ada empat hal utama terkait dengan naskah klasik keagamaan nusantara, yaitu penelusuran dan penghimpunan naskah keagamaan yang masih tersimpan di masyarakat, upaya konservasi naskah, pengkajian isi naskah keagamaan serta penyediaan atau peningkatan sumber daya manusia di bidang pernaskahan dan kelekturan.

Program penelusuran dan penghimpunan naskah klasik keagamaan dimulai sejak tahun 2008 dan kini di tahun 2009 ini telah menghimpun 498 buah naskah dari berbagai wilayah di nusantara. Naskah tersebut disimpan dalam bentuk digital. Penghimpunan dilakukan di wilayah yang memiliki potensi penyimpanan naskah, seperti Nangru Aceh Darussalam, Sumatra Barat, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggra Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Dari jumlah tersebut, 40 buah naskah di antaranya telah diberi judul atas naskah-naskah yang tidak disebutkan judulnya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menelaah awal atas keseluruhan isi naskah. Sasaran utamanya naskah yang masih tersimpan di masyarakat dengan pertimbangan antara lain untuk mencegah eksodusnya naskah-naskah tersebut ke negara lain yang dijadikan sebagai bahan komoditi.

Filologi

Oleh karena keterbatasan keahlian di bidang filologi, maka dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya dengan jangka pendek dan jangka panjang.

Program jangka pendek bersifat praktis pragmatis. Program ini dilakukan dengan cara menyelenggarakan pelatihan dalam kajian filologi, konservasi, dan arkeologi. Peserta pelatihan di bidang tersebut terdiri atas karyawan baik pejabat fungsional maupun struktral Puslitbang Lektur Keagamaan, perwakilan dari pusat-pusat penelitian dan peminat filologi yang berasal dari perguruan tinggi agama seperti UIN, IAIN, STAIN, STAHN, dan STAKN, serta Balai Penelitian dan Pengembangan Keagamaan.

Perekrutan ini merupakan upaya mensinergikan keahlian yang tepat untuk melakukan kajian di bidang khazanah keagamaan.

Secara khusus, peningkatan pengetahuan di bidang pemeliharaan naskah dilakukan melalui kegiatan orientasi konservasi naskah bekerja sama dengan Masyarakat Pernaskahan. Fasilitator dan  Narasumber untuk konservasi pernaskahan ini berasal dari UI, UIN, Manassa, dan tenaga ahli dari Jerman.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang filologi dilaksanakan melalui penyelenggaraan pendidikan formal strata magister. Pesertanya direkrut dari para peminat yang berasal dari Puslitbang Lektur Keagamaan, UIN, IAIN, STAIN dan Balai Penelitian Keagamaan.

Sedang pelaksana dan penanggung jawab kegiatan tersebut adalah Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta bekerja sama dengan Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan.

Target akhir yang hendak dicapai adalah magister yang memiliki kualifikasi keahlian filologi dapat menggabungkan disiplin filologi murni dengan disiplin ilmu agama. Ke depan tenaga-tenaga terlatih alumus dari program ini menjadi mitra kerja antar unit penelitian dalam kerangka penguatan institusi menuju peningkatan kualitas kinerja lembaga.

 

Digitalisasi

Sejak tahun 2008 lektur telah mem­programkan digitalisasi khazanah keagamaan. Ini merupakan wujud keprihatinan masih banyaknya naskah keagamaan yang terserak di masyarakat. Sementara instansi terkait pengelolaan naskah belum berjalan maksi­mal, sebab banyak kasus bahwa masyarakat lebih memilih menjual naskahnya ke luar negeri. Naskah keagamaan yang terdaftar dalam perpustakaan nasional juga masih sangat sedikit.

Belakangan, lembaga ini baru saja fokus pada pendalaman filologi dalam upaya mene­liti lektur keagamaan klasik berupa naskah. Puslitbang Lektur Keagamaan makin tertan­tang dengan munculnya wacana per­lunya kajian khusus kelekturan terkait arkeo­logi religi, seperti situs bangunan masjid, nisan kuburan, istana, mata uang, tembikar dan lainnya. Masih banyak yang harus dilaku­kan lembaga ini terkait situs-situs keagamaan agar dapat dipetakan, dibaca, dan dimaknai dalam rangka menggali budaya bangsa yang terlu­pakan atau sengaja disembunyikan.  

Perlu dicatat bahwa hingga tahun ini, Puslitbang Lektur Keagamaan telah berhasil memfoto 80 naskah, juga mengidentifikasi atau mengeksplorasi 800 naskah di masya­rakat. Namun demikian, “pekerjaan rumah” yang berat dan sudah menunggu di depan adalah melacak nama-nama kesultanan di nusantara sehingga perlu dikaji lebih lanjut, yang menurut Badri Yatim, terdapat sekitar 114 Kesultanan Islam yang pernah berkuasa di wilayah nusantara. Sementara itu, masih banyak naskah ulama nusantara (semenjak abad XVI hingga abad XX) yang perlu diter­bitkan, dari Nuruddin Arraniri hingga Yasin Al-Padani. Demikian pula karya ulama pesan­tren yang diduga masih produktif tetapi belum tersosialisasikan. Selain itu, masih banyak nas­kah keagamaan populer yang memerlukan tahqiq seperti Al-Barzanji, Safinah an-Najah, dan karya ulama monumental lainnya. Bukan hanya itu, lektur kontemporer bahkan belum didata, dipetakan, dan dikaji secara seruis, terutama terkait buku dan majalah keagamaan aktual, lektur keagamaan di media (sinetron, film, televisi), lektur keagamaan di internet (website), dan seterusnya.

 

Pusat Naskah

Dalam persiapan agar terwujudnya Pusat Naskah Keagamaan Nusantara, dilakukanlah program pembuatan tesaurus manuskrip keagamaan mulai tahun anggaran 2009.

Pembuatan tesaurus dilakukan bekerjasama antara Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan dengan PPIM, dan Manassa. Kerjasama ini pun berlanjut pada program Kaji Ulang Katalog Keagamaan tahun 2009.

 Di bidang kajian lektur keagamaan kontemporer, salah satu program kegiatannya adalah Lokakarya Pembakuan Kata-Kata Serapan Keagamaan Dalam Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengkritisi Istilah-istilah Keagamaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia; memperoleh masukan ketepatan makna dan maksud istilah-istilah keagamaan; dan membakukan istilah-istilah keagamaan bagi Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Lokakarya ini merekomendasikan pembentukan Tim Pengkaji Istilah Keagamaan bertugas untuk menyiapkan rencana penyusunan Kamus Istilah Keagamaan.

Kamus Istilah Keagamaan (KIK) dimulai dari Lokakarya Istilah-Istilah Keagamaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2008. KIK memuat entri istilah keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Program kegiatan ini diawali dengan Lokakarya Penyusunan Pedoman dan Penulisan Kamus Istilah Keagamaan.

Ketentuan dalam penulisan (lema) entri memiliki ciri, yaitu bersifat spesifik istilah agama, tidak kontradikif dalam pendefinisian antara satu agama dengan agama yang lain, tidak diada-adakan, tidak mengintervensi istilah keagamaan yang digunakan agama lain, lema serapan dari bahasa asing, ditulis dengan benar, dan lema berciri istilah kebudayaan -bukan istilah keagamaan-diperjelas kaitannya dengan istilah keagamaan.

Penulisan KIK pada intinya bertujuan untuk melindungi keyakinan umat beragama dari kekeliruan dalam memahami ajaran agama serta mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

 
 

Galeri Buku

                         
Kajian Naskah-
Naskah Klasik dan
Penerapannya
Bagi Kajian Sejarah
Islam di Indonesia

 
Anotasi Buku-Buku
Keagamaan
Kontemporer
 
Kemampuan Baca
Tulis Al Qur'an
Siswa SMA 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini333
mod_vvisit_counterKemarin259
mod_vvisit_counterMinggu Ini333
mod_vvisit_counterBulan Ini5139
mod_vvisit_counterTotal34170
Saat ini ada 47 tamu online
You are here  :Depan